^aBout mE^
- Sischa Rinnanda Wibandari
- Aku adalah aku. Simple. Gak ribet. Pendengar baik ^_^
Labels
Blog RoLL
-
-
Amsterdam dan hal-hal yang sebaiknya dipendam4 tahun yang lalu
-
IA MATI DENGAN BAHAGIA9 tahun yang lalu
-
Menyusuri Pertapaan Sedepok9 tahun yang lalu
-
Epilog….11 tahun yang lalu
-
Halloween terakhir12 tahun yang lalu
Senin, 12 Januari 2015
Minggu, 11 Januari 2015
Kamu perantara bagiku
Kemarin sepulang kerja gue pergi nonton di delta. Gue mau nonton film assalamualaikum beijing, film yang diangkat dari novel Asma Nadia dengan judul yang sama. Gue nonton yang jam 15:05 dan gue dapet teater 1.Sebenernya gue gak terlalu suka nonton film indonesia karna menurut gue, film indonesia nanti juga bisa gue liat di tv atau youtube, cuma kemarin gratis-ditraktir, jadi nonton aja, hehehe. Film ini bagus sih, ceritanya juga sedih sampai bikin gue nangis beberapa kali n ketawa. Tapi ada satu adegan yang bikin gue nangisnya bukan karna ceritanya emang sedih tapi pas adegan itu mengingatkan gue akan seseorang. Seseorang yang 4 tahun lalu gue kenal, gue sayang bahkan gue cintai, apapun gue korbankan. Itu yang bikin gue nangis. Seseorang yang kini sudah pergi n entah kemana, bahkan gue gak yakin dia masih ingat gue. Seseorang yang telah merubah gue menjadi seperti ini, seseorang yang telah membawaku sampai kesini, seseorang yang menjadikanku lebih kuat, tegar tapi juga sekaligus yang membuat gue ragu akan cinta.
Minggu, 04 Januari 2015
Harapan
Hari ini gue bete banget. Apa yang gue harapkan ternyata jauh dari kenyataan. Apa yang selama ini gue tunggu ternyata hanya asa belaka. Waktu yang gue tunggu ternyata berlalu begitu saja. Apa yang sudah gue rencanakan musnah sudah. Gue sadar betul apa yang kita harapkan terkadang tak jadi kenyataan, meski begitu gue tetap percaya dengan harapan. Karena dengan harapan, gue lebih bersemangat menjalani hidup, gue lebih punya planning ke depan lebih baik. Harapan memang sudah mengecewakanku, membuatku patah semangat tapi itu untuk sementara saja. Gue akan terus berharap, karena gue yakin harapan selalu ada buat gue dan gue akan dapatkan itu. Mungkin tidak sekarang tapi nanti. Mungkin gue diuji untuk lebih bersabar. Kekecewaan akan harapan, membuatku semakin besar berkeinginan.
Harapan tak selalu jadi kenyataaan. Tapi meski harapan
sering menyakiti, aku tetap mempercayainya.
Langganan:
Komentar (Atom)
